Honai Smart News

” KULTUR BIROKRASI PATERNALIS DAN PARTIKULARIS “

Oleh. Dr.Hb. IDRUS AL-HAMID, S.Ag.M.Si Suara Minor Cendekiawan Poros INTIM__.

Birokrasi menurut Karl Marx merupakan suatu kelompok particular yang sangat spesifik. Birokrasi bukanlah klas masyarakat, walaupun eksistensinya berkaitan dengan pembagian masyarakat ke dalam klas-klas tertentu. Lebih tepatnya, menurut Karl Marx birokrasi adalah negara atau pemerintah itu sendiri. Birokrasi merupakan instrumen yang dipergunakan oleh kelas yang dominan untuk melaksanakan kekuasaan dominasinya atas kelas-kelas sosial lainnya. Dengan kata lain birokrasi memihak kepada kelas partikular yang mendominasi tersebut.

Indonesia adalah Negara Kepulauan, yg sistem Birokrasi bersifat Weberian yg mengedepankan efisiensi dalam rentang kendali pelaksanaan tugas. Dalam melaksanakan tugas Pemerintahan untuk melayani Masyarakat, sistem melekat pada kewenangan Struktural bukan Fungsional meskipun untuk itu akan lahir raja-raja kecil di Daerah yg Paternalistik Partikulerisme. kultur Partikulerisme akan melahirkan sistem klas baru yg sangat berbahaya terhadap Pranata Sosial di Nusantara yg memiliki Kultur Simbolis Struktural, artinya setiap orang di hormati karena Jabatan yg di sandang bukan besar atau kecilnya Pendapatan.

Lahirnya Birokrasi sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara Pusat dan daerah saat melayani Masyarakat yg sangat majemuk di Indonesia. Secara hierarki dibentuk untuk memangkas rentan kendali karena Nusantara adalah Negara Kepulauan bukan Negara Benua artinya Klas dalam jabatan merefresentasikan kewenangan secara struktural (bc. Mengadopsi sistem Kerajaan di Nusantara). Kewenangan adalah bahagian dari Fungsi yg melekat pada Struktur yg melegitimasi seseorang berwewenang untuk memerintah. Ini akan berbeda kalau mengelola Perusaan. Karena Perusaan atau Korporasi mengedepankan atau mengutamakan spesifikasi keahlian tertentu tanpa memahami Pranata stratifikasi sosial dalam masyarakat Majemuk.

Unik-nya Perubahan Birokrasi Paternalisme menjadi Birokrasi Partikulerisme, akan melahirkan Kultur Simbiosis mutualisme. Artinya orang, barang dan kebutuhan saling berkonstribusi satu dengan lainnya. Untuk itu, budaya berhadap-hadapan dalam pelayanan di rubah dengan melahirkan Kultur baru yg bersifat Fungsionalis 4.0 yg akan mereduksi sejumlah Peraturan dan Perundang-undangan di Republik Indonesia__.

Penyederhanaan Eselonisasi sangat baik namun akan merekonstruksi Pranata Sosial yg melahirkan Kultur Shock (bc. Kepanikan birokrasi ), dalam menyelenggarakan fungsi pemerintahan yg sudah cukup lama menghadirkan Pelembagaan yg bersifat Struktural hingga ke klas Sosial. Solusinya setidaknya menjadikan Eselon tertentu sebagai unit spesifikasi tugas tambahan yg bersifat Konkrit, spesifik guna menghargai Kompetensi dan keahlian seseorang__.

Tulisan sebagaimana tersebut di atas adalah bahagian dari refleksi kepanikan yg dirasakan oleh Penyelenggaraan Birokrasi yg bersifat Struktural Paternalistik dalam Kubangan Kultur pada Pranata Sosial. Seseorang dihargai dalam masyarakat bukan karena besar dan atau kecilnya Pendapatan tetapi status Sosial yg melekat pada-Nya. Waspada Laaah, Waspada Laaah, Waspada Laaah__.

Senen, 21/10/2019

By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara__.

Related posts

” Syair Sang Ahli Hikmah “

Zulfa

” RADIKALISME SIMBOLIS, EKSLUSIFIS SESUNGGUH-NYA MEMPERSEKUSI AGAMA “

Zulfa

” RATAPAN MU SEJATINYA HARAPAN “

Zulfa