Honai Smart News

” TAHUN BARU HIJRIYAH GERAI REKONSTRUKSI PERADABAN “

Oleh. Dr. Habib IDRUS AL-HAMID.
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua.
Suara Cendekiya Poros INTIM.

Penetapan tahun baru Islam ditandai dengan Hijrahnya Rasulollah dari Makkah ke Madina. Dalam hijrah Rasul, menyampaikan kepada para sahabat bahwa segala perbuatan di awali dengan niat, dan Sesungguh-nya seluruh tindakan yg dilihat apa hakikat yg di niatkan. Barangsiapa yg berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka yg diperoleh adalah Allah dan Rasul, dan barang siapa yg hijrah karena kecintaan terhadap Harta, Tahta dan atau Wanita maka yg diperoleh adalah hal demikian.

Kalimat dari isi hadist tersedia di atas, merupakan isyarat bahwa Hijrah adalah media dimana seseorang keluar dari tradisi masa lalu ke Peradaban Baru. Orang melakukan kebiasaan jahiliah (bc. Dis-orintasi )saat melihat keutamaan, atau kebiasaan menghalalkan segala cara agar tujuan tercapai harus memperbaiki niat agar tujuan tercapai. Hal ini, dapat memberikan sugesti terhadap pola interaksi dan atau hubungan seseorang dengan Allah dan atau Rasulullah Saw.

Pola hubungan yg materialistis, menurut para ahli Shicologi modern, dapat melemahkan sistem pranata sosial, karena apabila keinginan bertolakbelakang dengan kebyataan akan melahirkan penyakit apatisme. Setiap orang selalu melakukan kewajiban sebagai individu dalam masyarakat, itu adalah bahagian dari sebuah proses interaksi sosial dalam hukum kausalitas. Namun meletakkan niat agar tindakan melahirkan dampak kebaikan terhadap kehidupan Dunia maupun akhirat adalah kepatuhan seorang kepada Allah SWT dan Rasulullah Saw, menjadi bahagian dari keutamaan yg hakiki dalam lamunan sanubari menyejukkan hati.

Gerai Rekonstruksi Peradaban Manusia, setidaknya merupakan refleksi dari kenyataan masalalu. Kita ketahui bahwa sesungguhnya kerajaan Babilonia yg sangat hebat kala itu, hancur berkeping-keping hanya disebabkan, ” Perebutan Tahtah, Harta dan Wanita”. Begitu pula sistem Pranata sosial lainnya yg ada di permukaan bumi ini. Untuk itu Tahun baru Hijriah menjadi Gerbang Perubahan konsistensi dalam orientasi niat, setiap individu dalam masyarakat agar tercipta apa yg di sebut ” Baldatun Toyybatu warobbun Ghofur “. Negara menjadi baik dan ampunan Allah akan melahirkan Rezki, yg datang dari arah yg tidak kita ketahui. Sehingga untuk itu Negara jadi Kokoh, Rakyat Makmur dan Sang Penguasa mendapat ketenangan jiwa yg stabil tidak labil, dalam Orientasi niat universal.

Senin, 26/08/219

By. Si Hitam Manis Pelipur Lara. Jangan sampai kita terpenjara . Niat Hati ingin memeluk gunung apa lah daya tangan tak sampai maka bersabar laaah__.

Related posts

” Syair Sang Ahli Hikmah “

Zulfa

” RATAPAN MU SEJATINYA HARAPAN “

Zulfa