Honai Smart News

” BERAGAMA BERARTI MENGIKUTI MAUNYA ALLAH “

Oleh. Dr.Hb. IDRUS AL-HAMID, S.Ag. M.Si
Suara Minor Cendekiawan Poros INTIM__.

Manusia adalah Makhluk yang dari awal ciptaan-Nya telah melahirkan Perdebatan dan penyesatan. Para Malaikat dan Iblis, secara diplomasi menolak kehadiran Manusia, mereka yakin bahwa Manusia akan saling membunuh satu dengan lainnya dan melakukan kesesatan. Akibat dari itu Iblis di murkai oleh Allah. Manusia yg semula di beri Nama Adam dan Hawa di tempatkan di Surga dengan syarat tertentu, namun Iblis yg menaruh dendam terhadap Manusia melancarkan siasat tipu muslihat-Nya, yg pada akhirnya Adam di keluarkan dari surga untuk memulai hidup baru di Planet Bumi__.

Saat manusia mulai berkembang biak dalam ekosistem Alam jagad raya ini , terjadi pertarungan antara Habil dan Qabil saat merebut Wanita dalam ketentuan Perkawinan yg Allah tetapkan saat itu. Awal pertarungan manusia di mulai saat itu yg berakibat terbunuhnya Habil. Tragedi kemanusiaan pertama yg terjadi di atas permukaan bumi ini memberikan isyarat kepada kita bahwa dalam setiap diri kita, memiliki kecenderungan untuk berbuat baik maupun jahat, dan untuk itu Penyebab-nya pasti Tahta, Harta dan Wanita__.

Uraian sebagaimana tersebut di atas, hampir pasti setiap kita telah membaca dan atau mempelajari kisah Manusia yg dari Proses Penciptaan hingga hadir di bumi ini selalu dalam fenomena ketidak Patuhan terhadap Ketentuan Allah. Manusia oleh Allah/Tuhan yg maha kuasa, diberikan fasilitas bumi dan Isinya sebagai bahagian dari proses pembuktian terhadap kepatuhan Makhluk kepada Penciptanya. Untuk itu, di Alam Ruh Allah menegaskan Eksestensi-NYA dan manusia mengakuinya bahwa Allah adalah Esa tanpa sekutu bagi-NYA. Di Alam Rahim Manusia memegang amanah sebagai khalifatan fill Ardhi setelah terlahir ke Alam Dunia ini kenapa kebanyakan diantara Manusia berubah dan melupakan masa lalu dan tidak mau tahu__.

Kalau di renungi. Malaikat sesungguhnya telah ber-argumentasi saat Manusia di Ciptakan, namun Allah secara tegas menunjukkan Eksistensi-NYA bahwa akan ada ketentuan yg di turunkan dari Lauhil mahfud, sebagai pedoman untuk memperoleh Ampunan dan kasih sayang Allah. Dengan demikian “Keberagamaan adalah patuh terhadap ketentuan yg ditetapkan oleh yg punya Alam semesta raya. Maka untuk itu, Allah melalui wakil-NYA. Para Nabi, Rasul dan Waliyullah serta Ahli Hikmah akan menjelaskan maksud di balik setiap peristiwa yg tersirat maupun tersurat. Setiap manusia tidak memiliki Alasan dan mengelak dari pertanggung-jawaban dalam keterlibatan-Nya dalam setiap peristiwa. Untuk itu mari kita letakkan suatu perkara, tepat pada tempatnya artinya jika ada masalah Keberagamaan maka segerah tanya kepada ahlinya, karena apabila keliru, maka itu adalah awal dari Pintu penyesatan. Manusia selalu salah paham dan ada juga yg paham salah___..

Saudara-saudara KU. Orang yg mengaku beragama, seharusnya mampu menjaga Persatuan antar sesama. Tidak menebar Fitnah, tidak menghina atau menghujat sesama. Yang sesat mungkin saja belum dapat hidayah. Allah dengan tegas mengatakan bahwa, jangan Engkau Hina Agama orang lain, karena itu akan membuat Agama dan Tuhan Mu di hina juga oleh mereka__

Solo, 16/12/2019
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara, Untuk renungan kita sesama__.

Related posts

” KHILAFAH DAN KEHANCURAN NEGARA “

hersen

Mi’raj Sarana Penyucian Hati

hersen

AYAT SUCI DAN AYAT KONSTITUSI, MAKNA DIBALIK PERISTIWA

hersen