Honai Smart News

” CADAR dan ROK MINI, PRODUK BUDAYA ATAU MALAPETAKA”

Oleh. Dr. Habib IDRUS AL HAMID, S.Ag.M.Si
Suara Minor Cendekiawan Poros INTIM.

Disaat kita mencoba memahami setiap gejala yg muncul belakangan ini, berkaitan dengan Cadar dan Rok Mini, kita temukan adanya Keyakinan Paradoks yang akan melahirkan kontradiksi pemikiran antara satu dengan lainnya. CADAR oleh sebagian kalangan dianggap Ekspresi dari keyakinan bahwa Wajah Cantik bahagian dari kecemasan yg dapat melahirkan gairah dalam angan-angan Kaum Adam Zaman Modern saat ini, sehingga harus di tutupi. Ada juga yg menganggap wanita adalah Makhluk Ekslusif yg sangat sensitif bila bertelanjang Muka, Dada, Paha dan pergelangan tangan. Kalau memang demikian maka Cadar dan Rok Mini selalu jadi Masalah__.

Sejarah masa lalu, menyuguhkan berbagai problematika seputar “WANITA”. Nabi Adam dikeluarkan dari Surga karena Makan buah terlarang karenah menuruti keinginan “HAWA”. HABIL DAN QOBIL, Bertarung karena merebut Wanita pujaan hati yg pada akibatnya Habil terbunuh. Zulaikha mengejar Cintanya Nabi.Yusuf yg berakibat Penjara. Masih banyak lagi kisah para Wanita yg menjadi musabab adanya Konflik berkepanjangan.

Kisah sebagaimana tersebut di atas, memberikan artikulasi, bahwa sesungguhnya Wanita adalah Makhluk Ciptaan Allah dengan latar belakang Multi Talenta. Mereka mampu memberikan kesejukan dalam Panorama kehidupan namun mereka juga mampu membuat Sang Raja berbalik Arah. Wajah dan lekuk tubuh mereka di ciptakan oleh Allah memiliki Magnet yg memikat dan mampu menarik pasang surut gelombang Asmara siapapun juga. Dahulu perbedaan fuqaha tentang wanita selalu ada__.

 

“Mayoritas fuqaha (baik dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) berpendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat. Jika demikian, wanita boleh menutupinya dengan cadar dan boleh membukanya. Menurut madzhab Hanafi, di zaman kita sekarang wanita muda (al-mar`ah asy-syabbah) dilarang memperlihatkan wajah di antara laki-laki. Bukan karena wajah itu sendiri adalah aurat tetapi lebih karena untuk mengindari fitnah,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, juz XLI, halaman 134).

 

Kalau di renungi, wajah dan telapak tangan Wanita bukan bahagian dari Aurat. Namun kalau kita pandangi wajahnya, apalagi pegang tangannya, pasti setiap jiwa akan bergetar memancarkan Arus gelombang listrik Negatif, berkapasitas lebih dari 1000 Watt. Apalagi Wanita yg mengenakan Rok Mini, bertelanjang dada dan terbuka segalanya. Kita pasti berubah bagaikan ” MATADOR” yg memburu setiap orang saat mengenakan pakaian berwarna merah. Sifat Dasar Kaum lelaki seperti ini yg mengakibatkan Para Raja dahulu kala selalu memiliki Permaisuri dan selir yg sangat banyak jumlahnya.

 

Kalaulah Cadar di maknai untuk menjaga kehormatan wanita, maka jangan lah di gunakan sebagai Alat untuk menutupi rencana pembunuhan sesama yg mengesankan pelaku sangat Radikal. Kalaulah Rok Mini dapat mengsugesti setiap lelaki sadar dan terpenjara, agar sekiranya mereka dikawini saja. Dunia selalu bergelora kalau bahas tentang Wanita.

 

Ada Pepatah : Dibalik Lelaki yg Sukses terdapat Wanita yg Kuat, bayangkan kalau banyaknya Wanita Pasti sangat Sukses_😄😄😄. Dibalik Wanita yg Sukses pasti Laki-nya Stress, Sakit-sakitan akhirnya Mati penasaran😁😁😁😁😱😱😱😱🙏🏻🙏🏻🙏🏻_.

 

Tulisan sebagaimana tersebut di atas adalah refleksi fenomenologi dari rentetan peristiwa untuk di renungi, siapa tahu ada manfaat__.

Bogor, 7/11/2019
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara__.

Related posts

Sambut dengan Kesyukuran

hersen

” MAKNA DIBALIK PERISTIWA IDUL KURBAN”

Zulfa

JANGAN DEKATI DEKATI ZINA

hersen