Honai Smart News

” JAUHI PRASANGKA, DAN RAJINLAH BERIBADAH “

Oleh. Dr. Habib IDRUS AL-HAMID, S.Ag. M.Si

Suara Minor Poros INTIM__.

 

 

Disaat seseorang berada dalam ruang hampa Asmara atau hutan rimba belantara, tak ada kalimat yang baik di ungkapkan selain Do’a dan harapan agar Allah memberikan yang terbaik dalam kehidupan hingga denyut jantung berhenti berdetak. Untaian kalimat dalam Do’a dipenuhi harapan agar  terijaba. Karena sesungguhnya Allah selalu bersama prasangka hamba-Nya_. Kalaulah demikian maka yang harus kita lakukan adalah perbaiki prasangka terhadap Sunnahtollah (bc. Hukum Kausalitas), karena kita harus renungi maksud dari ketentuan yang Allah tetapkan dibalik sejumlah peristiwa (bc.Gempa, Sunami dan Kebakaran serta Konflik Sosial)_.

 

Saat ini,. Diantara sifat buruk ” Manusia” adalah ketidakmampuan menjauhi Prasangka yang silih berganti menghampiri pikirannya. Sebaik-baiknya Prasangka adalah Engkau meletakkan Kausalitas kehidupan dalam hukum “sebab musabab” yang mengakibatkan Allah mengangkat derajat MU. Karena Allah menyatakan :  akan meningkatkan derajat mereka yang ber-iman dan ber-ilmu dalam beberapa derajat. Tinggal kita memilih, ber-iman kah kita atau ber-ilmu kaah kita. Untuk itu koreksi diri dan perbaiki Prasangka terhadap sesama__.

 

Dapat kita pahami bahwa, Ibadah sesungguhnya praktek Amaliah dari interpretasi nilai ajaran agama. Sebaik-baik-nya ibadah adalah Amaliah yang berdampak terhadap realita kehidupan sosial. Kesungguhan dalam ibadah, tidak melegitimasi seseorang untuk menganggap orang lain yang berbeda adalah Musuh atau sesat. Karena dalam-nya laut dapat ditebak, namun dalam-nya hati siapa yang tahu. Allah memerintahkan kita untuk Melakukan ” ‘amar ma’ruf dan nahi munkar ” dalam dialektika Moderat tidak Ekstrimis . Soal, cara itu tergantung kita memahami fenomena Hukum Kausalitas dalam Masyarakat majemuk di Nusantara__.

 

Dunia saat ini, menampilkan wajah-Nya yang tidak mampu kita tebak. Terkadang orang terlihat rajin beribadah, namun saling memfitnah dan menebar kebencian sesama. Terkadang Rifalitas melahirkan totalitas Prasangka yang berakibat, teman dijadikan lawan. Setiap hentakan kaki, jiwa selalu terpenjara oleh Prasangka dalam genggaman ” Api Amarah “. Perbanyak laaah ber-ibadah yang berdampak sosial, karena itu membuat Engkau terkenal di Penduduk Langit dan di Kenang oleh penduduk bumi yakin laah itu__.

 

By. Si Hitam Manis Pelipur Lara dalam Syair Cendekiawan Poros INTIM__.

Related posts

“MENGAPA KITA HARUS MENCINTAI MUHAMMAD IBN ABDILLAH SAW”

hersen

Mi’raj Sarana Penyucian Hati

hersen

” CINTA KEPADA ALLAH SEPENUH JIWA DAN RAGA “

hersen