Honai Smart News

” CINTA KEPADA ALLAH SEPENUH JIWA DAN RAGA “

 

Oleh. Dr. Hb. IDRUS AL-HAMID, S.Ag.M.Si
Cendekiawan Poros Intim__.

Cinta adalah hembusan Panorama yg sangat istimewa. Cinta dapat jadikan Jiwa merana atau mempesona, tergantung kadar kemilau dalam jiwa. Cinta bergelora di Alam Rasa yg membuat setiap insan tak mampu menenangkan kegelisahan jiwa disaat yg di Cintai palingkan perhatian. Kalau di renungi, yg pentas di Cintai adalah yg maha pemberi Rezki tanpa menghitung-Nya, atau yg mampu memberi ketenangan jiwa abadi tanpa harus dicari, karena jiwa yg hampa hanya di dalam hati__.

Malik bin Dinar, adalah sosok sufistik yg bisa dijadikan renungan ” Cinta Kepada Allah Sepenuh Jiwa dan Raga “. Malik bin Dinar sosok Konglomerat kala itu, yg menjadikan Kekayaan untuk ” Mencari Kebahagiaan dalam Asupan Kolbu “. Ia bahagia kalau setiap hari memberi kepada sesama tanpa pamrih. Malik bin Dinar melakukan ” Pencarian ” ditengah-tengah kegelisahan banyak insan,. Yg hanya ‘itiqaf berzikir untuk menemukan Cinta Dzat Yang Maha Agung, yang menyiratkan simbol-simbol segala kebaikan, kelembutan, dan kasih sayang. Malik bin Dinar membuktikan bahwa Cinta Kepada Allah tidak mesti menjauh dari dunia, lusuh, dan menyendiri. Ketika hati dalam pencarian “Cinta kepada Allah”, haram baginya untuk merujuk pada kekerasan, kebencian, dan seterusnya. Apabila di pahami bahwa Cinta adalah implementasi dari keinginan agar seseorang bahagia maka seharusnya, tindakan setiap insan selalu bertujuan mendekatkan diri kepada yg di Cintai-Nya___.

Cinta manifestasi dari kesungguhan, keikhlasan dan ketulusan dalam Jiwa tanpa keraguan, kemunafikan dan berharap belas kasihan. Cinta harus Pasrah menerima apa ada, karena yg di Cintai pasti akan memberikan balasan diluar bayang-bayang hati yg selalu galau menghadapi kenyataan_. Cinta yg abadi diawali dengan ujian, tanpa ujian itu adalah harapan dalam Fatamorgana tak bertepi_.

Jayapura, 7/10/2019
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara…

Related posts

Puasa Itu Cerdas

hersen

ETIKA MENASEHATI DAN MENEGUR DALAM ISLAM

hersen

“MEMBANGUN ETALASE, MODERASI BERAGAMA DI NUSANTARA”

Zulfa