Honai Smart News

MOMENTUM KEBANGKITAN NASIONAL DI BULAN RAMADHAN 1440 H

 

Oleh: Moh. Wahib, Lc, MA

(Dosen Fakultas Syariah IAIN Fattahul Muluk Papua)

 

Ramadhan tahun 1440 H kali ini  bertepatan dengan hari peringatan kebangkitan nasional 20 Mei 2019 M. Apa yang bisa kita ambil korelasi dari kedua momen tersebut?

Jika kita telusuri sejarah Islam, pernah terjadi satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu perang Badar. Pertempuran antara kebenaran dan kebatilan ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2 H.

Dalam perang Badar ini, umat islam berhasil mengalahkan musuh yaitu kaum kafir Quraisy. Dalam hal ini umat Islam tidak memulai pertikaian  terlebih dahulu, namun menunggu musuh yang datang menyerang. Ini terbukti dengan lokasi Badar yang tidak jauh dari kota Madinah. Sementara kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal telah melakukan perjalanan jauh sekitar 480 km dari kota Makkah. Mereka mulai menyerang umat Islam lebih dahulu.

Perang badar terjadi pada tahun ke-2 hijriah di saat kaum muslimin sedang berpuasa di bulan Ramadhan. Perang badar tersebut tergolong sebagai kebangkitan umat Islam melawan kaum dzalim yang menindas. Hal ini dikarenakan jumlah pasukan umat Islam pada saat itu sangat sedikit yang hanya berjumlah 313 orang. Sedangkan kaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang. Kebangkitan pasukan Islam ini dimotivasi oleh spirit bulan Ramadhan, dengan merasakan kedekatan mereka dengan pertolongan dari Allah SWT. Rasulullah SAW sang panglima perang beristighasah atau meminta tolong kepada Allah agar menurunkan bala bantuan. Akhirnya Allah SWT mengabulkan permintaan beliau dan menurunkan bala bantuan para malaikat. Semangat umat Islam juga sangat kuat karena berada dalam bulan suci Ramadhan.

Dengan profil dan berkaca kepada perang Badar yang terjadi di bulan suci Ramadhan tahun 2 H, maka bisa disimpulkan bahwa momentum bulan Ramadhan menjadi momentum kebangkitan umat Islam. Mereka merasa tertindas dan didzalimi selama 13 tahun tinggal di Makkah. Sehingga terpaksa mereka berhijrah meninggalkan kampung halaman mereka. Selang 2 tahun setelah peristiwa hijrah, pasukan kafir Quraisy menyusul mereka untuk menghabisi dan memusnahkan umat Islam.

Kesimpulan yang bisa diambil, bahwa spirit Ramadhan dengan kewajiban menahan nafsu, maka Allah turunkan bantuan dan pertolongan-Nya. Selain itu juga untuk menggerakkan modal spiritual sehingga bisa mengalahkan musuh. Menjadi pelajaran bagi kita, agar pada momen bulan Ramadhan ini, bisa kita tiru untuk dimanfaatkan sebagai sarana memohon bantuan kepada Allah, termasuk juga sarana bertaubat atas segala dosa yang pernah kita lakukan. Demikian juga untuk perbaikan kualitas amal ibadah yang sebelumnya masih dirasa kurang.

Kebangkitan nasional merupakan momentum bangsa Indonesia yang dijajah oleh Belanda, selama 350 tahun. Pada tanggal 20 mei tahun 1908, Organisasi Budi Utomo menjadi pelopor kebangkitan nasional, dengan dipimpin oleh tokohnya yaitu dr Soetomo. Maka dengan rintisan kebangkiatn nasional dengan pergerakan organisasi Budi Utomo tersebut , maka benih selanjutnya diteruskan menuju ke sumpah pemuda dan akhirnya menjadi proklamasi kemerdekaan RI.

Dengan demikian, momentum Ramadhan memiliki korelasi positif bagi kebangkitan Umat islam, sebagaimana dahulu Budi Oetomo memprakarsai kebangkitan nasional untuk  melawan penjajahan. (*)

 

Related posts

“MEMBANGUN ETALASE, MODERASI BERAGAMA DI NUSANTARA”

Zulfa

” REFLEKSI JUM’AT TENTANG INDAH-NYA KEBERSAMAAN “

Zulfa

GELORA NISFU SYA’BAN, HARUSNYA SHOLAWATAN

hersen