Honai Smart News

” KHILAFAH DAN KEHANCURAN NEGARA “

” KHILAFAH DAN KEHANCURAN NEGARA ”

Saudara-saudara KU. Jangan selalu marah-marah, karena akan cepat TUA. Selalu senyum pasti akan memberikan kebahagiaan antar sesama Anak Pribumi yg terpenjara. Baca Biar merangsa panorama Akademik kita..
____________

Belakangan ini kita menyaksikan riak-riak, yg menjadikan Simbol agama sebagai lokomotif kesucian jiwa. Orang manganggap telah jadi manusia suci jikalau mampu tampil menyeru atau menghipnotis setiap Insan dengan Teks Suci Al Qur’an yg diterjemahkan sendiri tampa Asbabunuzul. Islam adalah agama yg mengedepankan Kedamaian dalam ajaran, bukan dijadikan Simbol sebagai alat adu-domba atar adu-sapi, atau adau apalaaah. Manusia tempo dulu, selalu merangkai makna Humanis dan Sosialis di ruang publik, apakah saat ini kita demukian adanya.

Renungkan bagaimana peperangan terjadi di Timur Tengah, apakah mereka tidak Hafal Al Qur’an, bertapa jarak antar mereka dengan Rasulollah sangat dekat, disekeliling mereka ada Guru-guru yang sanat Ilmu-nya Mutawatir. Namun mereka telah tertipu dengan Gemerlap-nya DUNIA, sehingga menjadi budak dan antek Asing, denga menorehkan Lambang Bertuliskan kalimat Tauhid mereka menghalalkan darah sesama Muslim. Itukah Kaum Abu Sofyaan yg digambarlan dalam Ramalan Nubuwwah.

Di Timur Tengah, pertarungan Bisnis, pertarungan perebutan tahta, melahirkan simbol-simbol agama yg Ashobiyah. Yg pada akhirnya pihak-pihak yg tidak senang terhadap Demokrasi Kerakyatan merubah kondisi menjadi Demonstrasi Kebinatangan. Masyarakat-Nya saling curiga satu dengan lainnya, mereka selalu percaya terhadap informasi tanpabTabayyun, yang pada akibatnya peperangan antar Milisi dengan pemerintah, yang sesungguhnya semua itu oleh Asing dijadikan Medan Uji Coba Persenjataan Mutakhir, bukan penegakan HAM karena itu hanya slogan semata… Waspada laah, Waspada laaah, Waspada laaah.

Kalau ada yg menyatakan Indonesia akan seperti Timur Tengah, itu sesungguh-nya Bualan Kosong tanpa Literasai budaya. Bangsa indonesia tidak seperti Timur Tengah dan Amerika serta Eropa, yg sangat sensitive terhadap makan, dan bekerja harus ditempat yg mewah dan rapi. Bangsa Indonesia Raya, Rakyat-Nya memiliki farian makanan Nusantara yg unik yg tidak semua ada di bangsa lain-nya.

Nusantara adalah wilayah para syuhada, dimana-mana terdapat Waliyullah dan Poro Kiyai serta Habaib yg Ma’syur. Kita berkewajiban menindak tegas setiap mereka, siapapun dia yg mengadikan simbol idiologi gerakan dan atau ujaran Kebencian untuk menghancurkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Jangan pernah mengumbar kebencian karena beda pilihan, jangan pernah mengancam setiap orang karena kita satu Nusa, Bangsa dan Agama.

Wahai Kaum Radikalis atau teroris. Musuh MU adalah Perut MU sendiri, Kemiskinan MU karena Kemalasan MU sendiri. Sesungguh-Nya Rasulollah sangat Benci terhadap Penyebar Ashobiyah dan mereka yg menebar fitnah tanpa tabayyun sama halnya dengan memakan daging saudara-nya sendiri. Karena itu kita jaga dan pelihara Alam sebagai Bonus Demografi yg menjadikan, Indonesia terkenal sebagai Zamrud Katulistiwa maka setiap kita wajib menjaganya. Lakukan lah kiat-kiat kesatuan Bangsa, karena musuh kita sesungguh-nya adalah diri kita sendiri (Bung.Karno dalam ” Penyambung Lidah Rakyat ).

( Saudara KU. Jangan pernah percaya mulut berbisa dalam Euforiya, karena setiap tutur-kata berbalut kebencian adalah bencana dalam KARMA. Sudah termaktub dalam Ramalan Nubuwwah, bahwa diakhir Zaman antara Hak dan Bhatil tidak dapat dibedakan dan ada diantara Manusia yg paginya ber-iman Sore harinya Kuffur Nikmat. Oleh. Habib, IDRUS AL-HAMID, Si Hitam Manis Pelipur Lara, PBNU Harga Mati dalam Darah. Papua, 28/10/2018)

Related posts

Mi’raj Sarana Penyucian Hati

hersen

Bekal di Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi, Apa yang Telah Kita Persiapkan?

hersen

” NABI MUHAMMAD IBN ABDILLAH CAHAYA ILAHIYAH DIMUKA BUMI”

hersen