Honai Smart News

CORONA *Down Sindrom*, INIKAH DERAI AIR MATA KITA?

Oleh Dr. Hb. IDRUS AL-HAMID, M.Si

Suara Minor Cendekiawan Poros INTIM

‘Down Sindrom’ yang belakangan ini sangat di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai akibat dari Virus Corona, mampu meniadakan rasa kebersamaan yang tumbuh sebagai bahagian dari pranata sosial dalam masyarakan Indonesia yang sangat Majemuk dan humanis. Di saat yang sama para pekerja ‘Aseng’, berdatangan tanpa merasa khawatir bahwa tenaga kerja lokal sedang di rumahkan. Apakah ini bahagian dari *citra kita* yang mulai lupa bahwa “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” harus di tegakkan.

Ataukah kita memang sangat loyal terhadap Pemilik Modal sementara ‘Bumiputera’ di biarkan kerja keras dengan aturan yang ketat dan tegas. Sesungguhnya, sudah merupakan komitmen Kebangsaan kita Semua untuk menjaga Bumi Pertiwi Indonesia Raya tanah pusaka, dari berbagai ancaman dari manapun datangnya, khususnya saat ini dimana kita sedang menghadapi ancaman Virus Corona, yang pada akibatnya berjabat tangan, berkumpul, berjama’ah dalam ibadah dan arisan keluarga serta shoping, di anjurkan untuk ditiadakan.

Sementara itu masyarakat Komunal, pasti merasa bangga disaat semua pekerja harus dirumahkan, begitu juga Pelajar. Karena sudah sekian lama mereka terbiasa hidup dalam kubangan derita tanpa sumber penghasilan yang pasti. Yang mereka tahu Sumur, Kasur, dan sumber pekerjaan tak pasti. Di saat yang sama banyak diantara kaum Metropolis mulai resah dengan melonjaknya Rupiah hingga Rp15.200/1 US. Karena mereka terlalu bergantung dengan produk import sepertihal-nya buah-buahan, dll.

Apakah ini bahagian dari cara Tuhan mengingatkan kita untuk bersihkan diri dan selalu mengucap Syukur kepadanya. Ataukah Tuhan sedang mengajari kita untuk merasakan kehidupan yang dirasakan oleh *rakyat jelata* yang tidak bisa merasakan kebahagian karena ‘dirumahkan’ oleh suasana bhatin yang disebabkan lapangan kerja susah, hasil kebun dan laut tidak laku dipasaran, disebabkan hadirnya Pasar Modern yang menyediakan segala kebutuhan seperti yang ada di Pasar tradisional. Mungkinkah, kita hanya menjadikan tempat ibadah sebagai pusat Pengaduan saat ada persoalan, sehingga harus tutup, untuk kita refleksi jiwa yang terpenjara oleh kehidupan Dunia, Wallahu’alam bishawab__.

Jum’at, (20/03/2020). By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara, Papua

Related posts

“RENUNGAN JUM’AT – AKU CINTA NKRI SEPENUH HATI ” Oleh : Dr.Hb.IDRUS AL-HAMID SUARA MINOR POROS INTIM.

hersen

” RENUNGAN PUNYA NURANI “

Zulfa

” PARADIGMA PSHICOLOGI PERATURAN KOMPARADOR “

Zulfa