Honai Smart News

” PANCASILA MINIATUR PIAGAM MADINAH”

 

Oleh. Dr. Habib IDRUS AL-HAMID,S.Ag.M.Si
Suara Minor Cendekiawan Poros INTIM_.

Disaat dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperdebatkan pada bahagian yg di sebut ” PIAGAM JAKARTA” yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Yg pada akhirnya disepakati untuk dirubah menjadi ” Ketuhanan Yg Maha Esa”. Konsensus ini lahir sebagai bahagian dari pandangan Penguatan Persatuan Indonesia dikedepankan sebagai sebuah Negara tanpa Sekat budaya dan Agama layaknya ” PIAGAM MADINA”

Dalam catatan sejarah masa lalu. Pancasila terlahir dari renungan Bung.Karno. Menurut Bung. Karno, lima asas itu merupakan weltanschauung atau pandangan dasar, filsafat, juga fundamen yang digali dari jati diri bangsa Indonesia. Sebagai contoh; “Lenin mendirikan Uni Soviet dalam 10 hari pada tahun 1917, tetapi weltanschauung-nya sudah dipersiapkan sejak 1895. Adolf Hitler berkuasa pada tahun 1935, tetapi weltanschauung-nya sudah dipersiapkan sejak 1922. Dr Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok pada tahun 1912, tapi weltanschauung-nya sudah dipersiapkan sejak 1985, yaitu San Min Chu I,” ujar Soekarno dalam pidatonya.

Dalam pada itu. Piagam Madinah (Bahasa Arab: صحیفة المدینه, shahifatul madinah) juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yasthrib (kemudian bernama Madinah) pada tahun 622. Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani ‘Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah; sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut ummah. Ini menandakan bahwa Dasar pijakan yg di sepakati bersama merupakan tata etika berbangsa dan bernegara tanpa sekat budaya dan agama yg harus dipatuhi bersama__.

Untuk itu. Sepintas dapat dipahami bahwa sesungguh-nya Dasar sebuah negara adalah “PIAGAM” Yg dilahirkan sebagai kesatuan universal untuk disepakati bersama, sehingga kelangsungan dalam berbangsa dan bernegara dapat terjaga dan terpelihara dalam mengelola kemajemukan masyarakat yg berkeinginan hidup damai _ yakni : ” Baldatun Thayybatun Wa robbun Ghafur “. { negeri yang subur dan makmur, adil dan aman } _.

Jika di renungi, lahirnya “PANCASILA” Merupakan ikhtiar Universal Pendiri Bangsa Indonesia Raya, yg mampu menggabungkan fungsi Agama, Humanis, Kesatuan ber-bangsa, Permusyawaratan yang Hikmah dan keadilan Sosial dalam masyarakat tanpa sekat. Memiliki dasar logika filosofi yg sekiranya sama dengan “PIAGAM MADINA”‘, sehingga untuk itu dapat di katakan bahwa sesungguhnya ” PANCASILA ADALAH MINIATUR PIAGAM MADINA” Karena memiliki maksud yg sama__.

Saudara-saudara KU. Tulisan sebagaimana tersebut di atas merupakan interpretasi Akademik saat menyaksikan polemik sesama “BUMIPUTERA”_. Untuk itu, mari kita pelihara kemajemukan dan kesatuan Indonesia Raya, ” Mera Putih di Kepala dan Garuda s lalu di Dada Kita”_.Waspada Laaah, Waspada Laaah….

Jayapura, 14/02/2020
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara NKRI selalu Terjaga__.🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨💓💓💓💓💞💞👌🏼👌🏼👌🏼

Related posts

“PROVOKATOR DAN MOTIVATOR DEMAGOG “

hersen

” NABI MUHAMMAD IBN ABDILLAH CAHAYA ILAHIYAH DIMUKA BUMI”

hersen

” REKONSTRUKSI SOSIAL TEKS DALAM PARADIKMA OPOSISI DAN KOMPOSISI “

Zulfa