Honai Smart News

“PERADABAN MULKAN JABARIYYAN”

 

Oleh. Dr.Hb. IDRUS AL-HAMID, S.Ag.M.Si

Suara Minor Poros INTIM

 

Setiap insan Akademik yang berada di Zaman Mellenial saat ini, yang pasti mencoba merenungi suasana batin dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Dimana UUD 1945 terdapat kalimat__.

” Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” (Pasal 33 Ayat 1);

”Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara” (Pasal 33 Ayat 2);

”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” (Pasal 33 Ayat 3); dan

”Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional” (Pasal 33 Ayat 4).

Lalu disambung lagi dengan Pasal 34 Ayat 1: ”Fakir miskin dan anak-anak yang telantar dipelihara oleh negara”; Ayat 2: ”Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”; dan Ayat 3: ”Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”.

 

Bait kalimat sebagaimana tersebut di atas, apabila di renungi, kita akan terkejut melihat ketimpangan dalam ketidak sesuaian antara fakta dalam UUD 1945 dengan realitas Berbangsa dan Bernegara. Para kapitalis ‘Aseng’ dan Asing begitu mudah memporak-poranda sistem Perekonomian Nasional. Atas nama investasi, mereka bebas Eksploitasi sumber daya alam. Atas nama Profesional mereka datangkan pekerja (buruh Migran) dan atas nama MEA mereka hancurkan pusat perdagangan dan sumber kehidupan “Bumiputera”. Disaat yang sama para Akademisi tersandera oleh tumpukan peraturan yang berputar pada rutinitas regulasi yang selalu berubah.

 

Pemerintah sudah saatnya memanfaatkan sumber daya manusia Orisinil Nusantara, yang berasal dari berbagai Perguruan tinggi yang berada di Indonesia raya tercinta.  Kita memiliki generasi emas, namun tidak dipercaya di negeri sendiri, akhirnya mereka berkarya di luar Negeri. Sumber Daya Manusia yang ada di Nusantara selalu di abaikan yang pada akhirnya hampir semua sektor di kuasai oleh Rentenir Pemodal Aseng dan Asing. Untuk itu membangun kesadaran bersama haruslah dapat di lakukan oleh Perguruan Tinggi sebagai Sumber tata nilai terbaharukan. Perguruan Tinggi hadir bukan sebagai pengekor tetapi Pelopor hadirnya “BUMIPUTERA” yang mampu menjawab tantangan Hegemoni Kapital Hiypper-Globalis yang mampu merekonstruksi Kebijakan Nasional__.

Bung, Nasionalisme bukan hanya menguntai Karya Kata,  namun Nasionalisme sejati adalah mereka yang mampu menghadirkan karya Nyata monumental yang di kenang sepanjang hayat di kandung badan. Itulah hakikat dari harapan para leluhur Pendiri Bangsa dan Negara Indonesia Raya tercinta_.

 

Senin, 2/12/2019

By. Si Hitam Manis Pelipur Lara hadir menggelitik setiap BUMIPUTERA yang terpenjara dimana saja

Related posts

” NEGERI PAPARAZI – SEMUA TAK PUNYA HARGA DIRI “

hersen

Media Online Honai Smart Harapan Kita, Gerbang Berita dari Tanah Papua

Idrus Alhamid

“BAHAYA SUNAMI KAUM HUANPENG DARI TENGSUA “

hersen