Honai Smart News

“MENJAGA MARWAH KEMENTERIAN AGAMA, SEBAGAI RUMAH BESAR BERSAMA”

OLEH. Dr. Hb.IDRUS AL-HAMID.S.Ag.M.Si
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua.
Suara Minor Cendekiawan Poros INTIM__.

Kementerian Agama merupakan Lembaga yg lahir pada tahun 1946, disaat para elite sedang mempersoalkan ” PIAGAM JAKARTA “. Piagam Jakarta atau nama lainnya Jakarta Charter adalah sebuah naskah yang dibuat oleh Panitia Sembilan pada tangal 22 Juni 1945. Naskah ini dibuat sebagai bentuk kompromi antara pihak Islam dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dengan tujuan menjembatani perbedaan yang terjadi. Naskah Piagam Jakarta yg diperdebatkan adalah kalimat :
” Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya ”. Saat yg sama Negara Indonesia Raya sadar bahwa Nusantara di diami oleh masyarakat yg sangat Majemuk agama maupun budaya, yang pada akhirnya lahirlah ” KEMENTERIAN AGAMA”.

Agama hadir di Nusantara sebagai bahagian dari konsolidasi budaya dengan agama, yg melahirkan Peradaban Moderasi beragama khas Nusantara sebagai tata nilai Absolusitas Ber-bangsa dan Ber-negara yang untuk itu Perayaan Hari Besar Keislaman dirayakan di Istana Negara. Kementerian Agama hadir sebagai Lokomotif Moderasi Islam di Nusantara, sehingga segala urusan Keberagamaan di Indonesia terwadahi secara sistematis dari Metropolis hingga desa-desa komunal di Indonesia.

Menjelang Hari Ulang tahun Kementerian Agama RI Ke 75 pada tahun 2020 nanti. Jajaran Kementerian Agama dituntut mampu menghadirkan Wajah Moderasi Beragama Wasatiyah dalam Paradikma Kearifan Lokal sebagai solusi untuk meniadakan Radikalisme beragama yang Ekslusif penuh konspirator. Karena Sesungguhnya, agama hadir memberikan rasa aman, bukan kegelisaan tak bertepi. Untuk itu, Piter L. Berger Mengatakan ” agama hadir di tengah-tengah Pranata sosial bukan sekedar Sacred Canopy (bc. Pemadam Kebakaran). Tokoh agama harus menyadari bahwa pranata sosial di Nusantara sangat Majemuk, jangan karena Posisi dan atau reposisi sosial membuat kita lupa sejarah masa lalu saat Ber-ikrar ” SUMPAH PEMUDA “. Kita bangsa yang bernyawa dan berwibawa, karena atas berkah Rahmad Allah Kemerdekaan Indonesia Raya ditancapkan di dada setiap Bumiputera.

Saatnya munguntai karya Nyata bukan Karya Cerita. Kementerian Agama Rumah Besar bersama, jangan pernah ada yang tidak Ikhlas Beramal, karena itu nasehat leluhur pendiri bangsa Indonesia__.

Kudus, 25/11/2019

By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara__ Jangan ada dusta di antara kita….

Related posts

HIDUP TRAGEDI DAN KOMEDI

hersen

” RENUNGAN PUNYA NURANI “

Zulfa

” PRAHARA 2020, POLITIK IDENTITAS vs POLITIK KOMUNITAS “

hersen