Honai Smart News
  • Home
  • Sosial Budaya
  • ” PARADOKS RADIKALISME DALAM BAYANG-BAYANG SEGREGASI KEKUASAAN OPORTUNIS “

” PARADOKS RADIKALISME DALAM BAYANG-BAYANG SEGREGASI KEKUASAAN OPORTUNIS “

Oleh. Dr.Hb.IDRUS AL HAMID.
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua.

Di saat Radikalisme menjadi tema diskusi Publik, banyak Premis minor dalam prasangka, tanpa Analisa makna umum yg melekat pada simbol-simbol agama maupun budaya. Agama tidak menempatkan simbol sebagai Nilai Absolusitas, karena agama hadir memberikan Solusi Kongkrit terhadap ” Hablum minallah dan Hablum minannas”. Budaya merupakan reproduksi dan rekonstruksi Peradaban Manusia yg memiliki padanan Nilai seni rupa, Seni tari, Seni Musik dan bahasa, yg mampu beradaptasi dengan nilai agama dalam bentuk ” Akulturasi ” sehingga Agama dan Kebudayaan mampu melegitimasi bangsa yg kokoh adalah Bangsa yg menghormati dan menjaga budaya luhur bangsa khusus-nya di Nusantara__.

Radikalisme merupakan Paham yg selalu di hubungkan dengan perilaku Ekstrimis Ekslusif, dalam bentuk Simbolis. Setiap orang akan dianggap Orang Suci kalau mengikuti apa yg dikatakan oleh sosok Orang ‘Alim dan menafikan Fatwa Para Kiyai dan Habaib yg teruji kedalaman Ma’rifa Keilmuan-Nya. Contoh polemik saat ini tentang Cadar dan Celana Cingkrang__.

Kalaulah Cadar adalah Perintah Agama khusus Islam, Kenapa Kaum Yahudi juga Mengenakan-nya. Allah SWT, dalam Surat Al-Ahjab dan An-Nisa menjelaskan secara tegas bahwa aurat Wanita adalah sesuatu yg mendatangkan Syahwat (Terkecuali Wajah dan telapak tangan ). Kalau para Fuqaha dalam ijitihad menganggap wajah yg Cantik bahagian dari sesuatu yg berdampak syahwat. Bagaimana dengan wanita yg memiliki paras tidak cantik rupawan, Yaa Nasip Yaaa nasiip__.

Celana Cingkrang, adalah reproduksi budaya BANGLADES, kenapa harus di jadikan patokan Keberagamaan, bukankah menampakkan mata kaki adalah anjuran saat Sholat dikerjakan, kenapa harus kita jadikan Larangan di gunakan di Organisasi Publik sebagai bahan polemik. Tidak pernah ada yg melarang orang kalau sholat pakai Celana Cingkrang karena itu soal Privatisasi dalam Ibadah. Yg dilarang adalah Saat bekerja beraktifitas di Rana Publik atau Hablum minannas kita harus ikuti etika yg ada Tanpa harus membusurkan dada mempertahankan hal-hal yg bukan substansi dalam Agama_. Ingat Ukhuwah sangat penting, Nusantara itu Jamrud khatulistiwa, jangan sesama BUMIPUTERA, saling menghina yg gembira Asing dan Aseng Rentenir Naga Mera_. Waspada Laaah, Waspada laaah, Waspada Laaah…

Jayapura, 10 November 2019
Selamat Merayakan Hari Pahlawan.
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara__.

Related posts

“PERADABAN MULKAN JABARIYYAN”

hersen

Cahaya Sang “TOKOH MODERASI AGAMA INDONESIA”

hersen

” REKONSTRUKSI SOSIAL TEKS DALAM PARADIKMA OPOSISI DAN KOMPOSISI “

Zulfa