Honai Smart News

“JANGAN KAMU BAKAR RUMAHMU SENDIRI”

Renungan HUT TNI Di Gerbang Perbatasan NKRI

 

OLEH. Dr.Hb. IDRUS AL-HAMID.M.Si

Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua__.

Suara Minor Poros INTIM.

 

Saat diskusi tentang Negara mulai merambah di Masyarakat Komunal. Saat yang sama, tentu semua orang pasti dapat pahami bahwa NEGARA Adalah kesatuan Wilayah,  Warga Bangsa dan adanya Pemerintahan. Untuk itu, negara hadir sebagai Rumah yang menaungi , Cita-cita Pendiri Negara atau Bangsa yang memiliki bahasa yang satu…, memiliki Bangsa yang satu….., dan Tanah Tupa Dara yang satu…, yang terbentang luas__.  Sementara itu Wilayah adalah kesatuan teritorial terintegrasi, yang tidak dapat dipisakan  oleh ruang dan waktu. Beda halnya dengan Rumah dalam persepsi budaya dapat berpindah kemanapun kita berada. Negara adalah Rumah besar yang hadir dalam rongga-rongga denyut jantung dan paru-paru dalam setiap hembusan nafas, dalam suasana susah, senang, Riang gembira saat pagi hingga petang. Saat malam tiba penghuni Rumah rehat terbujur dalam lamunan tapak-tapak “Karya Orisinil Anak Negeri di Nusantara_.

 

Kalau Negara adalah Rumah besar kita bersama, harus kita Jaga dan rawat di manapun posisi kita berada. Sejarah banyak memberikan contoh disaat terdapat selisih Pendapatan tidak akan jadi masalah, namun kalau sudah selisih Pendapat akan berakibat pada lahirnya Isu-isu SARA, Radikalisme, Terorisme DAN Kapitalisme serta ISME-ISME Lainnya. Juga melahirkan milisi baru dalam kehidupan ber-bangsa dan ber-negara.

 

Sebagai Ilustrasi ” Timur Tengah ” sebagai negara yang kaya akan Sumber daya Alam { Pertambangan }, dengan Peradaban budaya Arsitektur dari Zaman Babilonia, saat ini hancur berkeping-keping, disebabkan para elite berebut kekuasaan dan para Ekonom merebut sumber Kapital yang melahirkan Kaum Borjuis dalam Pranata Sosial Hedonis_. Mereka tidak sadar sedang mengobarkan bara Api dirumahnya sendiri. {bc. Bara api, dendam antar sesama, bara api menghalalkan segala cara } yang pada akhirnya mereka kembali seperti Zaman sedia kala. Merekonstruksi dengan harga yang jauh lebih mahal, ketimbang memelihara dan menjaga kebersamaan dalam Khebinnekaan_.

 

Nusantara adalah gugusan pulau, yang terbentang dari Sabang hingga Merauke adalah Rumah Besar yang di katakan Zamrud khatulistiwa. Negara yang memiliki bonus demografi, Sudah saatnya kita jaga dan pelihara. Jangan terpancing dengan letupan api Amarah, yang dihembuskan oleh Provokator Durjanna. Sehingga kita tidak sadar, lalu membakar rumah-nya sendiri. Negara adalah Rumah yang akan memberikan kenyamanan kalau penghuninya sadar bahwa ” Kebersamaan itu Indah “. Kita berbeda karena Allah {Tuhan yang Maha Kuasa}, menciptakan perbedaan untuk menunjukkan Kebesaran Ekosistem dalam Kerajaan Langit dan Bumi yang untuk itu kita disuruh saling kenal-mengenal, bukan saling berbagi derita antar sesama__.

 

Saudara-saudara KU. Hilangkan Prasangka karena sebagian dari Prasangka adalah dusta. Dan apabila datang kepada MU, sebuah berita maka perlu klarifikasi terlebih dahulu, agar kita tidak terjebak dengan siasat busuk Provokator Durjanna__.

 

Sabtu, 5 Oktober 2019

By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara

Related posts

KECEMASAN PATOLOGI {“Post power Syndrome”}

hersen

” ERUPSI POLITIK, DALAM PRASANGKA MENUSUK DADA “

hersen

TOKOH AGAMA SEBAGAI SACRET CANOPY DALAM BUDAYA PEMADAM KEBAKARAN

Zulfa