Honai Smart News
  • Home
  • Sosial Budaya
  • ” PENDIDIKAN GERBANG BUDAYA BANGSA ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN”

” PENDIDIKAN GERBANG BUDAYA BANGSA ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN”

OLEH : Habib.IDRUS AL-HAMID
Suara Minor POROS INTIM.

Kewajiban Negara untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa, untuk itu Negara harus hadir melakukan Akselarasi (bc.Percepatan) Pembangunan Infrastruktur sebagai bahagian Utama dari Standar Pendidikan Nasional. Sumber Daya Manusia dapat di jamin Mutu-Nya, apabila sarana dan prasarana, dapat disediakan dengan Asumsi, Pendidikan mampu melahirkan lulusan yg memiliki :

Pertama; Kecerdasan Visual dan Spasial. Setiap lulusan harus mampu mem-visualisasikan, gagasan yang Universal.

Kedua; Kecerdasan Natural, Seseorang mampu mempertahankan sosiokultur secara Alami dengan melakukan inovasi-inovasi terbaharukan.

Ketiga; Kecerdasan Logika Matematika. Memahami akurasi dan Akuntansi dari sistem Ekonomi Kerakyatan sebagai bagian dari Sub.Sistem Ekonomi Global.

Keempat; Kecerdasan Eksistensial. Globalisasi 4.0 melahirkan kompetitor baru. Untuk itu setiap kita harus percaya kepada ANAK NEGERI, karena itu adalah prodak Orisinil Nusantara. Jangan biarkan mereka berkeliaran kemana-mana.

Kecerdasan Interpersonal; Setiap Anak Negeri, harus memiliki sensitivitas untuk peduli kepada Bangsa Indonesia Raya. Bukan menjadi benalu karena dijajah oleh Kapitalis Asongan.

Kecerdasan Kinestetik Jasmani; Bahwa sesungguhnya ada kalimat yg pasti kita ketahui sbg ” Didalam tubuh yg sehat, terdapat jiwa yg stabil/tidak labil”. Untuk itu Olah raga harus berbanding lurus dengan Olah Pikir.

Tulisan sebagaimana tersebut di atas, merupakan klimaks dari kecemasan terhadap dis-orintasi terhadap konsep : “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Bangsa Manakah itu. generaai Indonesia Raya atau indo-mie instan kah itu___.

Jayapura, 01/08/2019
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara.

Related posts

“BAHAYA SUNAMI KAUM HUANPENG DARI TENGSUA “

hersen

” PARADIGMA PSHICOLOGI PERATURAN KOMPARADOR “

Zulfa

“CERMIN ADALAH TEMAN SEJATI, TAK BISA DIBOHONGI “

hersen