Honai Smart News
  • Home
  • Sosial Budaya
  • ” REKONSTRUKSI SOSIAL TEKS DALAM PARADIKMA OPOSISI DAN KOMPOSISI “

” REKONSTRUKSI SOSIAL TEKS DALAM PARADIKMA OPOSISI DAN KOMPOSISI “

Oleh. Dr.Habib IDRUS AL-HAMID. M.Si
Cendikiawan Poros INTIM.

Sepintas dalam Sejarah awal Manusia. Dapat diketahui, Sosial teks yang ditetapkan oleh Allah adalah, Mandat yang diberikan kepada Manusia sebagai Khalifah di muka bumi. Sehingga sebagai Khalifah Manusia harus mampu memahami sistem yang ditetapkan. Disaat Qabil memilih menjadi oposisi sebagai akibat dari pertarungan merebut Gadis Cantik Jelita, maka lahirlah diskursus baru, bahwa kejahatan lahir disebabkan tidak terpenuhi keinginan absolute.

Saat Nabi Ibrahim, melihat fenomena berhala, maka Nabi Ibrahim mengambil sikap sebagai oposisi terhadap Raja Namrud, yang pada akibatnya lahir tatanan masyarakat baru. Begitu juga Nabi Musa dengan Fir’aun, yg melahirkan peperangan hingga terbelahlah laut merah, yg mampu merekonstruksi Teks Sosial dalam Peradaban Babilonia saat itu. Saat Nabi Muhammad, mengemukakan Perubahan Peradaban Jahiliah dengan melahirkan Teks Sosial baru (bc. Konsep Akhlak yg mulia). Maka lahirlah Oposisi, dari berbagai kalangan terutama Abu Lahab dan familiy-Nya saat itu.

Maka dapat dipahami, bahwa sesungguhnya Rekonstruksi Teks Sosial yang mampu melahirkan “Oposisi” sebagai akibat dari Perubahan “Komposisi” dalam Paradikma Parkmatisme Sosial Politik, merupakan sesuatu yg telah lama terjadi. Untuk itu, Rekonstruksi Teks Sosial, yang melahirkan Oposisi dan perubahan Komposisi, bukanlah hal yang baru. Kebanyakan diantara Manusia saat ini belum menyadari adanya realita Hukum kausalitas dalam Perubahan Teks Sosial dalam kontestasi peradaban Umat Manusia.

Sebagai refleksi dari, sejarah masalalu. Kita seharus-nya mampu mengeliminer pertentangan-pertentangan sebagai akibat dari perubahan teks Sosial dalam artikulasi komposisi dalam pertarungan menduduki Tahta yang ter-rekonstruksi dalam Peradaban Pragmatis Kultur Kaum Proletar.

Artinya Ada adagium bahwa : ” Komposisi adalah Refresentasi dari, mereka yg berkeringat” dalam pertarungan Politik Praktis.
Kalau Rekonstruksi teks Sosial seperti itu adanya. Maka yakinlah Seorang Pemimpin yg sedang mendiami Tahta akan terpenjara dan pasti tidak akan berwibawa. Hanya mereka yg mampu merekonstruksi Teks Sosial dalam bentuk ” Keadilan Sosial dan Kemakmuran dalam peradaban sang-Pemegang kedaulatan lah yg akan harum nama-Nya dalam sejarah sebagaimana, Habil dan Para Rasul Allah serta Raja-raja yg arif dan bijaksana__.

Jayapura, 01/08/2019
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara. Selalu untuk bersuara. NKRI Yees__.

Related posts

” PEREMPUAN DALAM DUNIA POLITIK DAN PELATARAN BUDAYA “

hersen

Tragedi Lombok Menguji Sejatinya Hati

iqbal

” FENOMENA KRISIS FIGUR DAN KULTUS TOKOH “

Zulfa