Honai Smart News

JATI DIRIKU INDONESIA, HARGA DIRIKU INDONESIA

Oleh : Dr. Hb.IDRUS AL-HAMID. M.Si
Suara Minor Cendekiyah Poros INTIM

Dahulu kala, para negarawan sejati, tak pernah ingkari janji, dahulukala para pejuang sejati, tak pernah menonjolkan jati diri, dahulukala demokrasi dipahami ” kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ” tanpa intimidasi dan antipati ber-aroma sara.

Jati diriku Indonesia. Aku makan, makanan khas nusantara, aku pakai, pakaian khas nusantara. Kuliner nusantara sangat terasa akrab dalam balutan rasa lidah tak bertulang. Pakaianku memancarkan aroma untaian karya pribumi tercinta dalam budaya sopan santun sesama. Dahulu itu semua sangat terasa di sekeliling kita, namun sekarang, apakah kita Iindonesia atau ‘indo-miee instan’ dangan gaya asing dan ‘aseng’.

Rakyat jelata pada desa-desa komunal, sangat terasa *harga diri Indonesia* kembali terjajah, oleh kaum kapital rentenir, yang melakukan pemiskinan untuk menguasai lahan-lahan buruh dan tani dalam bercocok tanam. Hilang-nya mata pencaharian, karena hargadiri telah dirampas. Semua sumber-sumber *kapital ekonomi rakyat jelata* telah di ambil alih oleh kapital rentenir melalui ”carrefur” dalam budaya pasar modern asia timur, yang menggurita di nusantara. yang pada akibatnya, pasar tradisional *mati segan hidup takmau* (bc.bertahan, hanya untuk kelangsungan hidup ).

Ssaudara ku. kalau jati diri mu Indonesia, maka berbuatlah yang terbaik untuk kajayaan bangsa dan negara indonesia raya. Menjadi indonesia bukan melupakan sejarah masa silam. harga diri mu, wahai Indonesia ku, terkoyak-koyak karena engkau menari dengan gendang-nya kapital rentenir yang terasa sementara, akhirnya engkau dililit oleh utang yang dilakukan oleh kaum alibaba dengan *lampu aladin* dalam lamunan mitologi kaum hedonis angkara.

Jayapura, 23/05/2019
by. si hitam manis, selalu setia utk NKRI hingga titik darah penghabisan

Related posts

“Ooooooh Mimpi”

hersen

“BAHAYA SUNAMI KAUM HUANPENG DARI TENGSUA “

hersen

HILANGNYA KEAKRABAN WARGA NEGARA ” Dosa Siapa”

hersen