Honai Smart News

Pelangi di ‘Dahimu’

Oleh : Dr. Hb. IDRUS AL-HAMID

Rektor IAIN FM. PAPUA

 

Dunia selalu mempesona, bagi kaum Hedonis, yang materialis.

Dunia adalah Penjara bagi Kaum Agamis, diatas sajadah dalam gelap gulita tanpa mau berusaha.

Dunia tak bertepi dalam pandangan Sang. Musyafir yang berpindah tanpa mengukir Peradaban Abadi.

Dunia adalah Panggung Sandiwara Dalam Syair Lagu Ahmad al Barr. yang terbuai oleh Morfin, Ganja dan para sepupu lainnya.

Dunia, dalam Alam pikiran setiap manusia bagaikan “PELANGI ” dalam ramalan cuaca. Terkadang “Merah karena Amara” Terkadang ” *Ungu* karena “janda Muda* terkadang *Hijau Pucuk* yang mempesona, namun juga menipu lawan.

Dengan demikian. Dunia tergantung, Persepsi setiap orang dalam lingkungan dan kultur dimana mereka berada. Kaum Miskin Nestapa, merasa Dunia Adalah Lorong gelap Tanpa Harapan. Sehingga kehidupan adalah Pertarungan. Sementara Kaum Bangsawan ( bc. Bangsa yang selalu merasa di-awang ). Mereka menganggap Dunia dalam genggaman, apa saja bisa ditaklukkan, hidup itu berarti kalau memiliki segala-nya untuk di nikmati tanpa berbagi.

*Pelangi Di Dahi MU* , adalah kalimat *Metafora* yang saya maksudkan, untuk menegaskan *Fenomena* Abadi sepanjang *Zaman* yang dihadapi oleh setiap Insan dari Zaman *Habil* dan *Qobil* hingga Zaman Milenial. Manusia sesungguh-nya selalu hidup dalam *bayang-bayang Filosofi Metafora Kehidupan*. Kehidupan akan indah kalau *Hati* kita *Lapang* tanpa Himpitan *sensitivitas kehidupan*..

 

Jayapura. 08- 05-2019

 

Related posts

“CERMIN ADALAH TEMAN SEJATI, TAK BISA DIBOHONGI “

hersen

” ERUPSI POLITIK, DALAM PRASANGKA MENUSUK DADA “

hersen

KEKERASAN SIMBOLIK SISTIMATIS

hersen