Honai Smart News
  • Home
  • Sosial Budaya
  • PEOPLE POWER DAN REVITALISASI PERAN TNI ( Dahulu, Sekarang dan Akan Datang)

PEOPLE POWER DAN REVITALISASI PERAN TNI ( Dahulu, Sekarang dan Akan Datang)

Oleh : Dr.Hb. IDRUS AL-HAMID

 

Kedatangan pihak “Asing” ke “Nusantara” pada awal-nya bertujuan mencari, “Daerah”‘ penghasil rempah-rempah, untuk dibeli dan di perdagangkan di pasaran Eropa. Lambat laun, mulai terjalin hubungan dagang yang baik antara kedua belah pihak. Namun melihat ke-elokan bumi Nusantara dengan kekayaan sumber daya alam yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda, pihak asing pun lantas berkeinginan untuk menguasai bumi Nusantara. Dagang tidak lagi menjadi focus utama, mereka memusatkan perhatian melakukan penguasaan atas daerah yang mereka asingkan.

Portugis adalah Negara Eropa pertama yang datang ke Nusantara_. Masa keemasan, eksplorasi dan ekploitasi penaklukan Portugis di Asia dimulai dgn perjalanan Vasco da Gama pada 1497-99 dan berlanjut hingga paruh pertama abad ke 16. Portugis memasuki Indonesia pada tahun 1511. Selain mencari rempah-rempah, mereka juga berusaha untuk menebarkan idiologi Singkritisme Religius. Wilayah utama adalah selat malaka, menuju ke Maluku (bc.Ambon dan Ternate ) guna menguasai sumber rempah-rempah yang berlimpah. Di awali kematian Sultan Hairus Shah suktanbTernate, Pada akhir-nya melahirkan perlawanan kepada portugis._.

Masa kuasa Portugis di kepulauan rempah-rempah itu berakhir setelah ditikung oleh kompeni dagang Belanda (VOC). Portugis menyerah. Belanda menjamin kebebasan berekspresi dalam pilar budaya dan agama. Belanda dengan politik Devide ed impera (bc.Politik Adu Domba ), mulai menguasai Maluku, Banten dan Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan boneka Hidia Belanda. Sementara Pulau jawa , masyarakat-nya dipaksa untuk bekerja pagi, siang dan malam (bc.Tanam Paksa).

 

Penjajahan yang di alami oleh Bangsa Indoneaia Raya di Nusantara, sebagaimana tersebut di atas. Merangsang setiap Anak Negeri untuk membentuk Laskar-Laskar Pejuang, yang bergerilya melawan belanda dengan Tokoh-tokoh (bc Si Pitung, dll). Pergerakan para Laskar dan pasukan dari kerajaan-kerajaan bergelora hingga 1928 lahirlah “SUMPAH PEMUDA” sebagai pergerakan Kaum Strukturalis Cendekia kala itu__.

Puncak dari pertempuran dan pergerakan ” inlander/Pribumi ” memasuki masa ke-emasan, yakni komitmen seluruh anak Bangsa untuk menyatakan Kemerdekaan RI. Maka di bentuk ” Badan Keamanan Rakyat ” untuk mengawal Persiapan Kemerdekaan RI ” yang selanjutnya pada tanggal 05 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakya (TKR), yang pada tahun 1948 berubah memjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI yang lahir dari Rahim Orisinil “Ibu Pertiwi” Indonesia Raya, adalah gabungan dari seluruh Laskar dan Pejuang “ANAK-ANAK BANGSA”.

Sebagai bahagian dari sejarah yang ada di Nusantara ini, seharusnya “People Power” bersatu dengan “TNI” sebagai “Pilar Utama” Bangsa dan Negara Indonesia Raya. Karena TNI dengan RAKYAT di ibaratkan ” Darah dan Jantung ” sebagai pusat perjumpaan dan peredaran___.

 

Saudara-saudara KU. Musuh kita adalah mereka yang ingin melemahkan ” SIMBOL DAN SANDI-SANDI ” NKRI. Musuh kita adalah mereka yang hanya karena “Kekuasaan Rakyat” di jadikan Alat untuk mentersangkakan sesama Anak Bangsa. People power harus dimaknai ” Bersatu untuk membela kepentingan Negara, di atas kepentingan Pribadi dan atau Golongan. Ingat Revitalisasi Peran TNI harus di maknai sebagai Upaya “Lahirnya Ketahanan Semesta “, bersama rakyat kita bisa. Ingat Kemerdekaan Indonesia bukan pemberian penjajah namun direbut dari penjajah. Saat-nya TNI Manunggal bersama Rakyat. Yang tidak senang TNI Kuat bersama Rakyat Indonesia Raya. Silahkan Cari Negeri Lain karena Anda pasti tidak punya kawan__.

Related posts

“PHPU 2019, MEMBEDAH KESATUAN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA RAYA “

hersen

” PESAN ASIAN GAMES 2018 – JANGAN CINTAI NEGERI MU SETENGAH HATI “

hersen

” PARADIGMA PSHICOLOGI PERATURAN KOMPARADOR “

Zulfa