Honai Smart News

PATOLOGI SENSITIVITAS KAUM PROLETAR

Oleh : Habib IDRUS AL-HAMID

Manusia selalu mengekspresikan, tingkat kesulitan hidup dalam bentuk berbeda-beda. Ada yang pasrah menikmati kesederhanaan tanpa berusaha keluar dari himpitan Prasangka. Di zaman Millenial ini kebutuhan terhadap Teknologi Informasi & Komunikasi sangat merata pada setiap kalangan, sehingga kaum proletar berusaha untuk memenuhi keinginan dengan cara-cara yang menguras tenaga (bc.Miskin/Pendapatan tidak sebanding dengan keinginan),

Kaum Proletar, yang berada di Desa-desa Komunal memiliki kehidupan yang sangat bersahaja. Alam yang berada disekitarnya sangat memanjakan mereka. Kehidupan pada kaum Proletar Pedesaan tidak mengalami ketegangan yang berakibat pada Konflik Komunal. Hal ini dikarenakan struktur kebudayaan Kaum Proletar Pedesaan, tidak melekat pada kesenjangan Ekonomi, dan Sosial. Budaya Gotong royong bahagian dari solusi dalam menyelesaian berbagai persoalan di pedesaan, ini sebagai bahagian dari relasi loyalis dalam sistem kekerabatan.

Perubahan Paradikma kaum Proletar sebagai akibat dari Perubahan Gaya hidup telah melahirkan Patologi Sensitivitas shicologi (bc. Paranoit Kompetisi kehidupan). Karl Marx. Mengatakan. Lahirnya Kaum Proletar sebagai akibat dari perubahan pola pikir Feodalis ke Kasta atau strativikasi dalam masyarakat, akan melahirkan kaum Bangsawan yang menguasai dan Kaum Proletar yang di Kuasai.

Sadar atau tidak kita sadari, Kaum Proletar yang sangat terhempit oleh sistem Pranata Sosial akan rentan terhadap isu-isu Kapitalis segregasi. Yang paling menarik saat ini (bc.PILPRES 2019). Mempu memberikan pendidikan Politik kepada Masyarakat hingga stara paling bawah. Isu yang dikemas sedemikian rupa, melahirkan Sensitivitas Kaum Proletar terhadap perubahan gaya hidup, yang diharapkan akan terwujud apabila tersedi-nya lapangan Pekerjaan yang memadai tanpa berusaha melahirkan unit Usaha baru.

Lahirnya Klas Sosial, harus disadari sebagai akibat dari perubahan Kultur dari Malas menjadi giat, dari bodok menjadi cerdas dan dari iri, dengki, hasud menjadi “PROVOKATOR”__. Sensitivitas kaum Proletar di Zaman Now. Sangat berbahaya jika, kesenjangan Sosial dan Ekonomi menjadi Isu utama.

Untuk itu Sesama “ANAK NEGERI” kita wajib saling menjaga, dan pandai berbagi antar sesama. Engkau hebat karena ada Rakyat Jelata, yang menggantungkan harapan dan Cita-cita. Engkau Mulia dan disanjung oleh penduduk langit, karena Engkau mampu mengangkat se-juta harapan dan impian menjadi kenyataan.

Jayapura, Rabu, 01/05/2019

Related posts

” KEPANIKAN DAN KEUNIKAN KAUM AKADEMIK KOSMOPOLITAN “

hersen

” NEGERI PAPARAZI – SEMUA TAK PUNYA HARGA DIRI “

hersen

“MAKNA SIMBOLIS DIBALIK PERISTIWA, GARUT”

hersen