Honai Smart News

” ERUPSI POLITIK, DALAM PRASANGKA MENUSUK DADA “

Oleh : Dr. Habib IDRUS AL HAMID.

Suara Minor Cendekia Poros INTIM.

Disaat semua insan di Nusantara, malaksanakan PEMILU guna menghadirkan Presiden dan anggota Legislatif, di saat yang sama hilangnya ”Rasa Juhud” di dalam DADA. Dunia dianggap Abadi, Dunia dianggap Panorama Bidadari, sehingga luapan Emosi dalam sensitivitas berbangsa dan bernegara sedang dalam ujian, layak-nya pertarungan dibalik bayang-bayang ketakutan akan datang-nya sang pemungut hutang__.

Kultur Politik saat ini, mampu meniadakan simpul-simpul persaudaraan, mampu menghadirkan keretakan dalam prahara lembaga-lembaga Soaial Kemasyarakatan, dan juga mampu menggiring pertarungan di dunia maya, tanpa diketahui sebab musabab orang harus terjajah__.

Erupsi Politik, merupakan luapan yang di refleksikan dalam berbagai bentuk, yang mengakibatkan kepanikan Ekosistem bagaikan semburan Gunung Merapi, Anak Krakatau sedang mengeluarkan asap panas dan material ganas, seakan ingin memangsa kaum yang tak penuh dosa. Luapan dan letupan, yang tidak disadari mampu melemahkan sendi-sendi kehidupan Ber-bangsa dan Ber-negara yang telah di rangkai oleh leluhur bangsa Indonesia Raya.

Kaum yang berada di desa-desa komunal, tidak merasa bahagia, jikalau Politik mengalami Erupsi dalam Peradaban Kaum Hiperglobalis. Mereka sadari dunia bukan tujuan abadi, dalam neraca Kaum Hiperglobalis yang menghalalkan berbagai cara agar tujuan tercapai. Erupsi Politik mampu melahirkan wajah-wajah kecemasan dan juga menghadirkan ketegangan antara sesama ” ANAK NEGERI ” apabila janji-janji dihianati. Simbol kehidupan sosial mengalami destruksi Peradaban (bc.Keretakan Sibolis Pencitraan dalam Peradaban tokoh-tokoh Religius) sebagai hal yang tidak dapat dihindari.

Erupsi Politik Menusuk Dada, Engkau marah karena ada yang terlalu banyak berbicara. Engkau marah karena ada hujatan tanpa Tabayyun, dan atau Engkau marah karena tidak mampu meyakinkan masyarakat untuk terpilih menjadi “Anggota Legislatif”. Atau mungkin tidak kita sadari, ada upaya untuk melahirkan perpecahan dan pertarungan antara sesama Anak Bangsa dan Negara Indonesia Raya. Kita bersatu, bukan karena menganggap perbedaan itu musibah. Kita berbeda bukan berarti menyalahkan satu dengan lainnya. Karena Sunnatullah adalah kausalitas dalam Alam Makro Kosmos___.

(Saudara-saudara KU, tulisan sebagaimana tersebut di atas, sebagai renungan dalam memahami gejala Erupsi Politik Kaum Hiperglobalisasi endemi Sekulasisme dalam Peradaban ” KEGALAUAN IDENTITAS ” saat mengartikulasi, Kedaulatan di tangan Rakyat, bukan di Kaum NPWP (bc. Nomor Piro, Wani Piro )_. Wallahu ‘alam bi sawwab…???

Jayapura, Jum’at, 19/04/2019

Related posts

” BEDA PENDAPAT DAN BEDA PENDAPATAN “

hersen

” PESAN ASIAN GAMES 2018 – JANGAN CINTAI NEGERI MU SETENGAH HATI “

hersen

Cahaya Sang “TOKOH MODERASI AGAMA INDONESIA”

hersen