Honai Smart News

“PROVOKATOR DAN MOTIVATOR DEMAGOG “

Oleh : Habib IDRUS AL-HAMID
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua.

Setiap kita, apabila mendengar kata Provokator pasti tersingkap bayangan sosok Antagonis yg anarkis, egois, dan emosional yang membuat seseorang dianggap jelek atau sangat buruk sifatnya. Begitupun kalimat Motivasi terkadang memposisikan seseorang menjadi jelek, karena dianggap memiliki niat untuk tujuan tertentu yg tidak diketahui oleh orang lain. Sang Provokator selalu berupaya mempengaruhi alam bawah sadar setiap orang sehingga mampu melakukan sesuatu yg di pandang luar biasa atau biasa-biasa saja, begitu pun Sang Motivator.

Provokator dalam kamus besar Indonesia adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan, tindakan menghasut dan pancingan. Itu berarti bahwa provokator sendiri identik dengan hal-hal yang negatif, meski sebenarnya pandangan/persepsi seperti itu kurang obyektif. Mengapa demikian? Karena tidak semua provakator itu berhubungan dengan hal yang anarkis, melainkan ada yang terkait dengan hal yang bersifat positif. Artinya, ada banyak juga provokator yang bertujuan motivator dalam kegiatan dengan tujuan yang positif seperti halnya Strategi dalam Militer dan Media Sosial, dimana hasil akhirnya yang harus menjadi penilaian. Sebab provokasi yang dikeluarkan oleh provokator hanyalah suatu “pemicu/pemancing” sehingga melahirkan reaksi yang beragam.

Sementara itu, motivator adalah orang yang memberikan dorongan atau menggerakan orang lain melakukan sesuatu tanpa disadari. Hampir sama pengertiannya dengan provokator, akan tetapi motivator lebih identik dengan hal yang berbau positif, meski implementasi-nya kadang tidak seperti teorinya. Seorang Motivator terkadang berusaha untuk merubah cara pikir setiap orang yang memiliki orientasi berbeda menjadi sama, dan meskipun terkadang ada motif tertentu dalam upaya merubah pandangan setiap orang (bc.Hidden agenda).

Terdapat, Andagium bahwa ” Tokoh agama terkadang dapat memprovokasi seseorang untuk berperilaku Baik dan juga bisa berperilaku Buruk, Kasar dan Emosional “. Begitu juga seseorang akan terprovokasi disaat berhadapan, antara realita dengan cita-cita dalam pertarungan politisasi simbolis yang melahirkan kecemasan stratifikasi sosial dan atau hidup segan mati tak mau.Niat dan kesempatan, membuat setiap orang termotivasi melakukan “1000 ” cara untuk menghampiri tujuan, meskipun untuk itu kemampuan-nya, yg minim pengalaman dikesampingkan. Ada juga Andagium ” Orang yg menyampaikan kebenaran meskipun pahit rasanya, selalu dianggap Provokator atau motivasi-nya ingin dipuji atau Cari muka. Padahal Muka tidak perlu di cari…    .

( Saudara-saudara KU. Sesungguh-nya tulisan tersebut di atas bermaksud, membuka cara pandang Positivisme dalam kehidupan setiap individu yg sedang galau menyaksikan “Pertarungan Simbolis” yg belakangan ini cukup melelahkan. Persahabatan, Persaudaraan dan Pertemanan dalam bisnis bisa terbengkalai, karena terprovokasi dengan suasana hiruk pikuk politik tanah air tercinta. Masyarakat termotivasi melahirkan gagasan NPWP (bc.Nomor Piro, Wani Piro). Sesungguhnya, tanpa di sadari kita telah berada di penghujung pertarungan Peradaban Manusia. Waspadalaaah, Waspadalaaah, Waspadalaaah…

Jayapura, Kamis 04/04/2019

Related posts

” FEODALISME, SHICOLOGI PERADABAN MANUSIA MODERN “

Zulfa

” PRAHARA 2020, POLITIK IDENTITAS vs POLITIK KOMUNITAS “

hersen

“MODERASI BERAGAMA JANGAN HANYA WACANA”

hersen