Honai Smart News

” MUNGKIN-KAH HOAX ALAT PROPAGANDA.?? “

” MUNGKIN-KAH HOAX ALAT PROPAGANDA.?? ”
____
Saudara-saudara KU. Hanya mereka yg Dungu yg ikut menghancurkan Peradaban Bangsa dan Negara Indonesia Raya, dengan cara-cara, Hoax dan Black campaign. Emang-nya Negara Ini Pemberian Belanda atau Jepang. Terlalu banyak Syuhada bersimbah dara karena mengangkat senjata mengusir penjajah.
_____________

Disaat kematangan berpikir setiap orang mampu memahami gejala dibalik peristiwa, pada saat yg sama ada yg mengatakan gila menebar gundah gulana, Gila mengekpresikan suasana dalam peristiwa. Hingga pada akhirnya Gamelang Pertarungan Para elite terpasung dalam sangkaan rakyat jelata.

AKHIR-akhir ini hoax menjadi perbincangan serius di negara ini seiring dengan maraknya berita palsu di jagat media sosial. Keberadaannya pun semakin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas nasional. Banyak kalangan mengaku prihatin dengan merajalelanya hoax.

Tak dipungkiri lagi saat ini social media digital begitu pesat berkembang dan mejadi darah daging kehidupan manusia. Berbagai aplikasi sosmed bertebaran di dunia maya dan setiap kalangan masyarakat disasar habis. Ada dampak positif dan negatif dari sosial media yang perlu diketahui dan kita perhatikan secara seksama. Jangan sampai gara-gara sosial media, Negara ini hancur.

Wakil Kepala Divisi Pemberitaan Google Richard Gingras dalam sesi pleno World Press Freedom Day 2017 Dr Hoax atau berita palsu merupakan alat bagi pihak yg bermaksud jahat untuk menyebarkan propaganda. Terkadang Tema yg di buat dalam berita, terkesan menarik dan menggugah setiap individu yg One Time menjadikan MEDSOS sebagai teman sejati. Namun tidak sedikit informasi yg ditemukan di MEDSOS selalu menapilkan Ekspresi, Kebencian, Kepalsuan, Ketidak-tahuan, dan Menampilkan ” MUNGKIN-KAH HOAX ALAT PROPAGANDA ”

Disaat kematangan berpikir setiap orang mampu memahami gejala dibalik peristiwa, pada saat yg sama ada yg mengatakan gila menebar gundah gulana, Gila mengekpresikan suasana dalam peristiwa. Hingga pada akhirnya Gamelang Pertarungan Para Raja elite terpasung dalam sangkaan rakyat jelata.

AKHIR-akhir ini hoax menjadi perbincangan serius di negara ini seiring dengan maraknya berita palsu di jagat media sosial. Keberadaannya pun semakin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas nasional. Banyak kalangan mengaku prihatin dengan merajalelanya hoax.

Tak dipungkiri lagi saat ini social media digital begitu pesat berkembang dan mejadi darah daging kehidupan manusia. Berbagai aplikasi sosmed bertebaran di dunia maya dan setiap kalangan masyarakat disasar habis. Ada dampak positif dan negatif dari sosial media yang perlu diketahui dan kita perhatikan secara seksama. Jangan sampai gara-gara sosial media, Negara ini hancur.

Wakil Kepala Divisi Pemberitaan Google Richard Gingras dalam sesi pleno World Press Freedom Day 2017 menyampaikan Hoax atau berita palsu merupakan alat bagi pihak yg bermaksud jahat untuk menyebarkan propaganda. Terkadang Tema yg di buat dalam berita terkesan menarik dan menggugah setiap individu yg One Time menjadikan MEDSOS sebagai teman pribadi. Media Sosial, menampilkan komentar-komentar penuh Kebencian, Kemarahan, keberpihakan, dan juga rasis, Masif serta Penguatan Hegemoni Komunitas yg sudah barang tentu melahirkan Kecemasan bagi Kaum Nasionalisme Sejati.

Awal Hoax, atau penyampaian berita yg belum tentu benar adanya, apabila di analisa. Ada Fakta yg memilukan, bahwa ” Setiap Individu ” yg membenci seseorang, hampir dipastikan ekspresi wajah-nya saat melihat yg dibenci berbicara atau tampil dalan Media Audio Visual maupun Non.Visual, sangat tentu meresa terganggu sehingga apapun Kebaikan yg ditampilkan pasti tidak dianggap sesuatu yg menarik, sehingga yg ada dalam Alam Pikir adalah Mereka Pembohong, Penista atau Pelakor.

Ada ungkapan yg, menggelitik Nurani Akademisi ada yg mengatakan mungkin ” Hoax kadang di perlukan dalam Pertempuran guna menguasai Tahta Tertinggi ” karena setiap gerakan lawan atau pernyataan kawan dapat dijadikan senjata unuk melumpuhkan setiap rencana yg mereka ingin lakukan. Setiap Persoalan atau kejadian selalu dianggap rekayasa atau ada udang di balik batu. Lain halnya dengan Black campaign Tema-Tema yg di munculkan sangat menusuk Jiwa, sebagai Contoh :

Ada Spanduk Dengan Tulisan :

” Jangan Memilih Pemimpin yg memenjarakan Ulama ”

Atau__

” Jangan Pilih Calon Pimpinan Diktator ”

Sehingga Mungkin ini yg dipahami sebagai ” Black campaign” . Kata Kaum Komunal, apa dasar setiap mereka dapat mengangkat Tema dan menyebarkan kalimat dalam buaian sangkaan dan tuduhan yg belum tentu Baik dan Benar.

( Saudara KU. Jangan Pernah Memojokkan orang lain, kalau kita tidak mau di pojok-kan, Jangan mengira yg mengolok-olok setiap insan adalah Manusia Suci, boleh bisa jadi dia-lah Sang Durjanna Akhir Zaman. Oleh. Hb.IDRUS AL HAMID, Si Hitam Manis Pelipur Lara lagi merana. Papua. 11/10/2018 )

Related posts

MYANMAR MASIH MEMPERTAHANKAN IDENTITAS, TRADISI DAN BUDAYA

Zulfa

PANORAMA KEBENARAN DAN KEADILAN SEJATI, TAK PILIH KASIH

hersen

” MUNGKINKAH INI POLITIK DOMINO JEBAKAN BATMAN, ALA RATNA SARUMPET “

hersen