Honai Smart News
  • Home
  • Akademik
  • Omah Jurnal Sebagai Instrumen Peningkatan Mutu dan Daya Saing PTKIN

Omah Jurnal Sebagai Instrumen Peningkatan Mutu dan Daya Saing PTKIN

(Catatan pertemuan Rumah Jurnal di Curup tanggal 14-16 Oktober 2019)

 

oleh: Dr. Suparto iribaram, MA *)

 

Saat ini terdapat paling tidak 58 PTKIN, 200 ribu lebih dosen dan lebih dari 1 juta mahasiswa. Hal ini merupakan potensi dan aset yang luar biasa dan harus dioptimalkan.  Berkaitan dengan potensi tersebut, Menurut Kasubdit Dr Suwendi, pada tahun 2020-2024 sedang disusun rentra dg fokus pada 2 hal, yakni  peningkatan mutu dan relevansi daya saing. Kehadiran pengelola jurnal sangat penting dalam mendorong aspek mutu dan daya saing.

Kasubdit menekankan bahwa artikel jurnal yg bermutu, selalu bermula dari hasil riset yang baik. Jihad kita adalah menghasilkan artikel bermutu yang bisa memengaruhi pengetahuan dan pikiran publik. Hal ini ditopang dengan publikasi yang memadai agar menjadi bagian dari dakwah kementerian agama.

Kehadiran omah jurnal sangat penting untuk menopang kebutuhan peningkatan daya saing salah satunya adalah membantu program akselerasi guru besar. Omah jurnal ini instrumen penting karena menjadi kanal dalam pengelolaan dan publikasi artikel jurnal. “IAIN Curup adalah tuan rumah pertama rembug omah jurnal se Indonesia dan nanti kita perlu merumuskan apa saja yang diperlukan agar kehadiran omah jurnal lebih bermanfaat,” kata Kasubdit Dr Suwendi.

Selain itu, adanya guru besar dalam program sabbatical leave dalam negeri bisa disinergikan dengan kebutuhan dalam akselerasi pengelolaan jurnal di masing2 PTKIN. Kehadiran guru besar lintas kampus se Indonesia bisa mempercepat akreditasi jurnal di masing2 PTKIN.

Saat ini, kemenag sedang menyusun reward untuk pengelola jurnal. Pengelola jurnal yg sudah sinta 1 dan 2 akan mendapat reward. Kami, kata Kasubdit, sedang menyiapkan juknis untuk hal tersebut.

Selain reward, kemenag juga sudah menyiapkan berbagai kluster untuk membantu pengelolaan dan peningkatan mutu dan akreditasi jurnal di lingkup PTKIN.

Jurnal harus di dukung sepenuhnya oleh pihak kampus Agar mampu menjadi ruang untuk pengembangan ilmu pengetahuan sehingga kebutuhan bagi para dosen untung pengembangan diri sampai pada guru Besar bisa dilakukan…penulis harus di hargai atas penulisan jurnal. Semua bisa di lakukan dengan keseriusan dari pihak lembaga kampus untuk serius dalam memberi kebijakan secara materil dan spiritual. (*)

*) Penulis adalah Kepala LP2M IAIN Fattahul Muluk Papua

 

 

Related posts

STAIN Al-Fatah Telah Beralih Status Menjadi IAIN Fattahul Muluk Papua

Idrus Alhamid

Tahun 2019, Seluruh STAIN Akan Berubah Menjadi IAIN

Idrus Alhamid

IAIN Fattahul Muluk Berupaya Jadi Rumah Besar Bersama untuk Kajian Keberagaman di Asia Pasifik

hersen